Monday, January 23, 2012

The Place We Will Return To Someday

Happy Chinese New Year, everybody! *diketik dengan muka datar*

Chinese New Year di hari Senin + hujan, ini adalah sebuah permulaan yang baik. Seperti saya yang bangun-bangun sudah diberkati dengan sprained neck & sprained arms gara-gara salah posisi tidur. Bahkan sekarang pun saya mengetik ini dengan gaya ala Stephen Hawking. What a great year! * muka masih datar*

CNY kali ini adalah Tahun Naga. Tahunnya hewan paling out of context dari 12 shio. Kenapa diantara 12 shio hewan-hewan ini muncul satu ekor hewan fiksional? Kalo mau hewan fiksional, kenapa yang lain hewan-hewan biasa? Kenapa tidak unicorn, Agumon, pikachu, Common Sense, atau jenis-jenis hewan fiksi yang lain juga dimasukin?

In sama saja ibaratnya kalau diantara makhluk simbol-simbol horoscope, ada horoscope Ayam Mangkuk Bakso. Jadi kalau ada yang nanya horoscope kamu, percakapannya jadi gini:
Derpette: “Aku bintang Pisces, Kamu bintang apa?”
Nicholas Cage: “saya bintang Ayam Mangkuk Bakso”
Derpette: “Wah! menurut ramalan-yang-dibikin-oleh-orang-gak-jelas-yang-kerjaannya-mengeneralisasi-kepribadian,-peruntungan,-dan-asmara-seluruh-populasi-umat-manusia-menjadi-12-jenis, berdasarkan-rasi-bintang-imajiner-hasil-gambar-connect-the-dots-ala-majalah-Bobo, which-doesn’t-make-sense-but-I-believe-it-anyway, kita cocok lho!”
Nicholas Cage: “You don’t say?”

ayam mangkuk bakso
Chickenipus Meatballius Bowliucus**


**”Bakso dijual terpisah” - Ace Hardware

Lihat? Kenapa harus Naga? Bukankah masih banyak hewan in context yang bisa dimasukin? Kalo dibikinin skripsi, si Naga pasti sudah dibuang dalam tahap Uji Outlier. Kenapa tidak ikan mas koki yang menggantikan naga? Atau kalo mau yang nyerempet amphibi biar mirip-mirip naga, katak. Katak itu bahakan lebih keren daripada naga, Katak bisa self-destruct karena terlalu girang, naga mana bisa~

It’s PRC’s Logic, you just can’t explain that.

Bicara soal ayam mangkuk bakso, saya jadi teringat sama tetangga sebelah yang shio Ayam. Tidak nyambung memang. Dan tolong jangan tanya saya tau darimana dia shio Ayam.

Saya sudah get over tetangga sebelah. Yeah, I am so over her. I don’t need her. No more jokes about her. Saya get over her karena sudah ga sempat ngintip dia lagi. Padahal dia sumber inspirasi saya. Jadi bagi yang nanya kenapa blog ini ga update sesering dulu lagi, salahkan dia, kenapa dia tidak keluar rumah di jam 11 malam gitu biar saya bisa intipin?! (ini mental apa ini?!)

Walaupun agak sayang sih, nyokapnya sudah impressed dengan saya, karena di kala demonstrasi buruh kemaren, kan ada rumor kalo akan targetnya terhadap orang-orang chinese dan orang-orang yang pake Batik.

Saya Chinese (duh?), dan berangkat kerja pakai batik pas itu. Hari Jumat. Pas itu saya tidak tahu menahu mengenai rumor itu. Pas saya keluar rumah, nyokapnya lihat saya terus dengan tatapan aneh, (yang saya balas dengan tatapan ngantuk). Saat itu pasti dia menganggap saya sangat bad ass. So close.

Dan di tahun ini, saya juga berharap rumah tetangga saya (yang satunya lagi) bisa habis terbakar karena fireworks failure accident. Serius, pertama kali sih asik nonton fireworksnya, gratis sih (eh?). Tapi kalo tiap ada hari raya gini main fireworks, siapa yang ga annoyed, tengah malam pula mainnya, bikin eike kaget saja. Bahkan saya ketik sekarang pun diluar mereka lagi main fireworks. Hari kmerdekaan main fireworks, lebaran main fireworks, natal main fireworks, tahun baru main fireworks, cny fireworks lagi. Ntar Cheng Meng orang bakar-bakar kertas, jangan-jangan dia minjam apinya buat bakar fireworks juga. Ini ntah uangnya terlalu banyak atau memang jurangan fireworks dari Medan.

Kalau dipikir-pikir, Perumahan ini memang dipenuhi dengan penghuni yang aneh-aneh. Ada yang suka main fireworks whenever the date, ada uncle yang sering telanjang dada, ada kakek-kakek yang suka bawa jalan anjingnya yang suka boker sembarangan, ada yang suka parkir mobilnya di depan rumah orang, ada yang saya intipin (eh?). Seandainya orang-orang sini lebih normal, seperti saya... ... Kenapa perasaan saya jadi tidak enak ya?

***

Jadi malam minggu kemaren saya nongkrong di warung mie aceh Sei.Panas, nampak satu genk anak remaja di sana duduk membual sambil makan, mendadak saya jadi nostalgia.
Saya kangen shit talking all night di Kondang sambil makan mie siram bareng genk gede di kampus dulu lagi. Saya masih ingat masa-masa kami ngebicarain tentang keadaan ekonomi global, penghijauan kota batam yang kurang, dan diskusi mengenai bagaimana caranya kami dapat membantu memperbaiki taraf hidup masyarakat Kepri.
Tapi masalahnya sekarang udah pada pisah sibuk ntah kemana-mana.

Impian saya tuh, selain jadi bapak rumah tangga tentunya (teteup~), bisa rame-rame keluar kota gitu. Kayak geng bapak saya, bawa keluar keluarga masing-masing, tour rame-rame ke Thailand & Malaysia dulu. How owesome is that, huh? Jadi rame-rame di tour bus, nikmatin perjalanan, ngelawak rame-rame sambil nge-Huhuhu~ bareng dengerin New Slang. Trus ngeliat landscapes diiringi lagu Sweet Disposition. *kejang-kejang kegirangan*

I’m Optimus Prime, and I send this message to any surviving Autobots taking refuge among the stars, we are here. We are waiting. We should have our own set of reunion dinner someday.

Te neu~ te neeu~ *music Linkin Park berputar di background. Just some of your imagination, can?*

***

Eh, BTW, BTW, kayak gadis-gadis yang baru beli baju baru buat CNY trus dipamerin di Facebook, rasanya kurang lengkap juga kalau postingan mengenai CNY tidak diakhiri dengan ngemamerin baju, Ini dia satu-satuya baju baru saya tahun ini:

ubin boy

Singlet ala fashion style Ubin boy. By designer ternama, Ah-Tek.
Ntar kerumah sodara pake singlet (baru!), celana pendek, sandal, ajak anaknya pergi ke ladang tangkap laba-laba, trus ketemu ama Ezann Lee, dan hidup bahagia selamanya sebagai bapak rumah tangga.
...
...
...
Mengenaskan sekali hidup saya.

Sunday, August 14, 2011

Akhirnya! Blog entry ke-3 di tahun 2011. Ini parah banget. Terlalu banyak hal demi hal yang menghalangi saya untuk update rutin. Bberapa diantaranya, saya ga bisa lagi ngintip tetangga sebelah lagi dan tetangga sebelah sudah lulus SMA, jadi ga bisa lihat dia pake seragam sekolah lagi. Alhasil saya tidak jadi mengubah tagline blog jadi "Curhat Seorang Penguntit Anak SMA".


Ini sungguh mengecewakan!


Kenapa?! Kenapa TSYBPYAPJSPL harus lulus?!


(ini mental macam apa ini?!)


Hal lainnya adalah mobil-kijang-yang-suka-parkir-depan-rumah-padahal-itu-kan-tempat-parkir-si-putih. Tiap kali lihat si Kijang markir depan rumah, saya jadi aga ada mood sama sekali. *siapin benda tajam untuk lecetin body kijang*


Dan yang paling mempengaruhi, tentu saja: Kerja.


Sebagai seorang pekerja kantoran yang kerjaan utamanya mengetik dan membalas corporate email berjumlah ratusan perhari, malas rasanya klo di rumah masih harus melihat keyboard lagi. Sebagian kecil dari diri saya menyukai perkerjaan saya ini, which involves lotsa writing. Saya senang menulis. I’m a writer, man! A corporate ghost writer (eh?). Sebagian kecil dari diri saya mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan yang cucok dengan saya yang memang doyan nulis.


Tapi sebagian besarnya tidak. Semakin kesini semakin terasa bahwa we’re nothing more than just a Bee Colony. Setiap hari bekerja-bekerja-bekerja-dan-bekerja. Istirahat sehari. Lalu bekerja-bekerja lagi.


Siapa sih yang nyiptain sistem ini? Bekerja layaknya lebah pekerja, mengumpulkan madu sebanyak-banyaknya? Seberapa banyak pun madu yang sudah kita terkumpulkan tersebut, kalau kita tidak hepi, apa gunanya?


Kayak kata Jeff Chang

不想得比天高 不想世界你而

单纯的感 却忘了去

有了世界

有什么 得炫耀?

Apa gunanya? apa gunanya? Tidak ada gunanya! System ini perlu diubah, we’ve to breakout from this system.


Saya Mau 破天网 !!!! *efek petir sebagai latar belakang*

不想得比天高~ 不想脱天网的牢~

Saya tidak mau menjadi Worker Bees, saya mau jadi Queen Bee!!!!


(eh, tapi queen bee kan betina?!)


Karena itulah saya selalu berusaha untuk memikirkan ide bisnis baru agar cita-cita ku untuk hidup santai dan jadi bapak rumah tangga bisa segera terwujud, saya ingin retire jadi worker bee. Walaupun ide-ide bisnis saya biasanya... yaa gitu deh *nangis meluk toilet bowl sambil gores body mobil Kijang*


Beberapa hari yang lalu, terpikirlah sebuah ilham ide bisnis baru, sebuah bisnis yang benar-benar bisa dilaksanakan dan pasti meraup keuntungan besar. Sebuah ide bisnis yang bukan sekedar menjadikan toga wisuda sebagai alas toilet dan meja ossin, yang ternyata tidak ada keuntungan apa-apa (Jleebbb!!!). Sebuah bisnis yang bukan sekedar konsep update status kencing dan live streaming orang pipis via i.C.U.P (Uhuuuk!! *muntah darah*). Sebuah bisnis yang lebih menguntungkan dari Coca Colak di bulan Puasa (*mulut berbusa*).


Behold, calon investor sekalian, ide bisnis terbaru saya *membuka tirai*:


NGAMIN


Jadi sebagai pengganti anak-anak kecil berpakaian kucel dan anak-anak punk kesasar yang ngamen ga jelas di lampu merah. Kita akan menurunkan orang-orang berpakaian bersih, cosplay sebagai ustad / pendeta / biksu / Michael Jackson di lampu merah, sambil bawa radio yang mutar lagu rohani. Pengamin. Lalu, setiap ada mobil berhenti, mereka akan menghampiri mereka, menawarkan jasa “Doa Kilat” selama lampu merah belum jadi hijau. Habis didoain dan diaminin, para supir / motor riders / penumpang diberi kesempatan untuk memberikan ‘sumbangan’ kepada para Pengamin ini. Semakin besar sumbangan anda maka semakin besar kesempatan anda untuk dikabulkan doanya! WOW! Buruan~


Para calon investor sekalian, saya tanyakan kepada anda, seberapa banyak sih yang dapat dihasilkan oleh anak-anak pengamen dan anak-anak punk ini dalam sehari? Manusia adalah makhluk egois, sedangkan memberi makan / minum diri sendiri saja susah apalagi mo ngasih uang buat orang-orang ga jelas di lampu merah, bukan?


Tapi, “Ngamin” ini berbeda, saudara-saudara. “Ngamin” menawarkan jasa untuk make-a-wish, untuk berdoa demi ketenangan diri, secara otomatis konsumen akan rela untuk mengeluarkan modal lebih, demi ketenangan rohani diri sendiri. Bisnis religius adalah sebuah bisnis yang sangat berpotensi, saudara-saudara!


Dan jangan lupa, para calon nvestor yang terhormat, ini adalah bisnis yang tidak akan bisa rugi. Anda bisa menolak memberi uang kepada para pengamen, tapi apakah anda berani menolak memberi ‘sumbangan’ kepada para Pengamin? Mengingat bahwa anda sedang berada di jalan raya, jika anda tidak memberi ‘sumbangan’, apakah anda tidak takut anda akan langsung ditabrak Truk / Trailer begitu anda menginjak gas saat lampu hijau? apakah anda tidak takut sebuah Container 40ft akan tiba-tiba menimpa mobil mu dan meng-ayam penyetkan dirimu? apakah anda tidak takut mobil anda akan tiba-tiba meledak di saat mengisi bensin di pom bensin? *nyalain lampu disco dari bawah muka*


Bahkan, bagi orang-orang super insecure, kita dapat menawarkan jasa didoakan oleh Pengamin-Pengamin kami yang berbeda agama secara sekaligus. Apa yang lebih powerful daripada diberkati oleh Buddha, Jesus, dan Michael Jackson sekaligus?


My friends, di masa dimana manusia pada merasa cemas akan datangnya kematian dan isu-isu hari kiamat, di negara yang super-religius ini, THAT IS EVERYTHING!


Mari berinvestasi, saudara-saudara!

Your Insecurity is our Business.

***


Saya pernah membaca, tak lama ini, ntah dari mana, konsep bahwa kita tidak perlu bekerja dengan keras kalo tidak ada yang memperhatikan. Argumennya, klo atasan ga memperhatikan, seberapa rajin kita kerja pun ga akan ada gunanya. Dan dia mengatakan itu adalah yang namanya work smart. Orang yang bekerja dengan rajin, kalau tidak diperhatikan atasan sama dengan mubajir.


Membaca kata-kata tersebut, lubang hidungku kenbang-kempis! Emosi ku melunjak! uban ku bertambah 1 helai! Kulit kepala ku gatal karena aku belum mandi! Aku ketombean!


Pernyataan yang tragis dan tidak bertanggung jawab. Itu bukan definisi dari work smart, tapi hanya alasan dari sebuah kemalasan. Dengan menulis begitu, dia baru saja menyinggung orang-orang yang benar-benar bekerja dengan sepenuh. Responsibilty terhadap yang namanya job description, walau diperhatikan / tidak diperhatikan oleh atasan, Itu yang namanya bekerja. Sebenci-bencinya sama hari Senin dan setidak relanya untuk melepas impian jadi bapak rumah tangga, kalau udah tiba di kantor, tetap harus melakukan yang terbaik dalam pekerjaan. Bukan slack off di saat ga ada atasan, dan sok-sok sibuk klo ada atasan. Itu mental yang sungguh sesat. Jangan mendefinisikan ketidakniatan untuk bekerja anda sebagai work smart!


Saya gondok bukan karena saya adalah seorang atasan, tapi orang-orang yang berusaha untuk bekerja dengan sebaik-baiknya akan sangat tertusuk membaca statement seperti itu. Dan parahnya, ada yang setuju pula dengan statement tersebut. *gores mobil kijang dengan kunci rumah*


Nanti, klo udah jadi bapak rumah tangga pun (yaaa halelu yaaaah~ ), saya akan berusaha untuk melakukan jobdescs saya sebaik-baiknya walau tanpa diperhatikan istri. Saya akan nonton DVD drama Korea dari pagi hingga siang dengan sungguh-sungguh. Di siang hari, saya akan nge-high tea dan gosip bareng sesama bapak rumah tangga lain dengan sungguh-sungguh. Saya akan telepon catering makanan dengan sungguh-sungguh, setiap hari, karena saya cuman bisa masak air. Saya akan menyimpan uang simpanan dari uang pemberian istri dengan sungguh-sungguh di dalam lemari. Saya akan selingkuh dengan istri tetangga dengan sungguh-sungguh.


Itu yang namanya komitmen terhadap pekerjaan, man! *bangga*


***

"Waktu itu apa?"


Adalah pertanyaan yang sudah lama saya tanyakan kepada diri saya sendiri dan belum saya temukan jawabannya hingga saat ini (and never will). Bahkan topik mengenai Waktu ini sudah lama saya bikin draft pendeknya, sekitar Maret tahun lalu, tapi ga bisa saya kembangkan hingga saat ini. Susah diterjemahkan ke tulisan. Tapi stuck terus di otak. Lagipula mobil kijang itu masih suka markir depan rumah *gores gores body kijang pakai sisir dari paku*


Maksud saya, "past", "present", dan "future" mungkin tidak se-simple yang kita ketahui. Sesekali coba perhatikan cahaya bintang di langit malam, tahukah anda bahwa itu adalah cahaya dari beribu-ribu tahun dan bahkan berjuta-juta tahun yang lalu? Cahaya bintang yang kita lihat itu adalah "masa lalu" yang kita lihat di "masa sekarang" secara langsung. Bahkan mungkin bintang-bintang yang kita lihat sekarang itu secara real-time-nya nun jauh disana, sudah jadi bintang mati. Kita melihat "masa lalu" di "masa sekarang".


Bahkan cahaya Matahari yang kita lihat setiap pagi adalah cahaya matahari 8 menit yang lalu. Jadi kalo misalnya Mataharinya tiba-tiba mati / meledak, kita hanya akan mengetahuinya 8 menit kemudian. Kita melihat Matahari "masa lalu" di "masa sekarang".


Apakah mungkin waktu itu tidak linear seperti yang kita kira?


apakah mungkin past, present, dan future itu sebenarnya berlangsung secara bersamaan, coexist satu sama lain?


Atau mungkin past, present, future itu tidak ada?


Dapatkah kita mengukur waktu?


Kita bisa menghitung detik, menit, jam, etc., past-present-future, tapi siapa yang bikin standard seperti itu?


Manusia sendiri yang menentukan standard pengukuran itu berdasarkan rotasi dan revolusi bumi. Itulah Waktu menurut manusia. Sebuah ukuran linear berdasarkan perubahan keadaan fisik / keadaan alam. Jam tangan, jam dinding, standard waktu GMT, Kalender, semuannya diciptakan oleh manusia.


Waktu yang kita kenal dan kita rasakan sekarang memberikan kita ilusi / sugesti bahwa Waktu bergerak maju secara linear. Tapi apakah konsep Waktu berdasarkan rotasi/revolusi bumi ini bisa membuktikan bahwa Waktu benar-benar bergerak maju?


Mungkin semua yang terjadi sekarang sudah terjadi sebelumnya, yang terus nge-looping. Restart. Restart. Restart.


mungkin Waktu itu tidak ada.


Dan mungkin Waktu itu hanyalah sebuah ide. Sebuah konsep belaka.


How should we perceive Time then?


*Gores body mobil Kijang pake kuku kucing liar*

Thursday, June 02, 2011

Everyday I'm Sufferin'

Photobucket

Party Rock is in the house tonight
Everybody Just have a good time~

...
...
...
...
...



Sekian.

Thursday, February 03, 2011

By Spending Less Money on The Design, I Have More to Spend on The Wit

Akhirnya saya punya waktu untuk menulis juga!
Words to sum up this few months of mine: still surviving

And it's CNY again, rasanya seperti kemaren saja baru melewati CNY, saya masih ingat dgn jelas apa yang saya lakukan CNY thn lalu:
Tidur seharian
...
...
...

Sejujurnya entah sejak zaman kapan saya udah gak excited mengenai Chinese New Year, Seiring dgn bertambahnya usia, CNY yang tiap tahun gitu-gitu aja malah jadi sangat menjemukan.

Saya jenuh lagu-lagu CNY yg dari tiap tahun itu-itu aja, with those overly positive cheesy lyrics. Sudah hampir 17 tahun saya hidup (17 tahun?) dan lagu-lagu ini sama sekali ga mengalami perkembangan, bahkan Kangen Band pun ada lagu barunya, tapi lagu CNY tetap ini-itu saja. Kalau lagunya bagus sih gapapa, tapi ini mah annoying banget, Gong Xi Gong Xi till dead, my ears!

Saya jenuh dengan Chinese people yang ngeles, hujan di blg hoki; pecahin piring dibilang hoki; tabrakan dibilang hoki, plat mobil yang tabrakan dicatat untuk bet 4D nanti malam; Rumah kebakaran di bilang hoki; dompet dicopet di biliang hoki; sakit di bilang hoki; Mesir kerusuhan pun bisa dibilang Hoki kalo begitu.

Saya jenuh harus berpura-pura senyum dengan those distant relatives that I barely known ever existed. And their overjoyed kids that keep running around making noise, pengen saya Choke Slam rasanya.

Saya jenuh dengan yang namanya Barongsai, apa sih menariknya menonton 2 orang pria goyang ga jelas kesana kemari mengikuti musik pengiring yang lebih mirip polusi udara.
Lagipula barongsai ini tampang-nya enggak ada sangar-sangarnya sama sekali layaknya seekor singa, malah tampil homo banget, despite orang-orang yang mengoperasikannya adalah pria-pria bermuka “kurang bersahabat”.
Badan glitter-glitter dengan bulu warna warni, bulu mata panjang 10 cm, muka penuh make up, mata besarnya (efek pake contact lense dari Juwis Optical?) yang suka kedip-kedip mentel, mulut lebar yang susah nutup.
It should be called as “Lion Drag Queen Dance” or “BaronGay” instead.

I’m fine with the homecoming/reunion concept, but other than that? CNY is overrated.
Any PRC originated thing is overrated.

Don’t hate me for stating the obvious, and this post is intended to spoils your CNY mood anyway, aha.

Hating my own race’s culture, is that be considered as racist?

Wednesday, November 03, 2010

Graduated?

Akhirnya wisuda juga..

Saya kecewa tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua kata di buku wisuda, padahal saya mempunyai ide materi tulisan sepanjang 5 halaman, coba dari awal perkuliahan udah dibilang bahwa yang diberi kesempatan untuk menulis di buku wisuda hanyalah mahasiswa yang meraih ipk tertinggi / berprestasi, pasti saya akan bersungguh-sungguh untuk kuliah dari awal, ck. Kapan lagi coba bisa mempublikasikan tulisan di buku wisuda?
Fed: “Kata-kata ini terlalu berlebihan, apalagi mengingat yang nulis adalah mahasiswa yang makin kesini makin merasa dirinya salah jurusan..”
Fed: “Tolong jangan mengingatkan ku akan hal itu!”
Fed: “Bukan hanya jurusan kuliah, tapi kamu juga salah jurusan hidupnya!”
Fed: “Diam kau! Aku ga mo denger! Aku ga mo denger! Lalalalalala!!!” *lari sambil tutup telinga*

***
Setelah wisuda, rasanya perlu bersikap sedikit dewasa dalam menghadapi hidup ini, dan karena sepertinya cita-cita untuk jadi bapak rumah tangga tidak akan tercapai dalam waktu dekat ini, maka ketika pulang tadi saya sempat melakukan brainstorming untuk menemukan sebuah inovasi baru agar masa depan saya menjadi lebih terjamin secara materiil..

Idea #1
Pernahkah anda merasa jijay saat pengen boker di toilet bowl WC umum?
Bayangkan entah sudah berapa belah pantat yang sudah pernah duduk diatas toilet bowl tersebut,
Bayangkan entah sudah berapa tetes urine yang pernah nempel disana karena yang pipis kadang aim-nya kurang tepat,
Bayangkan entah sudah berapa bekas tapak kaki orang di permukaan toilet bowl tersebut,
Bayangkan entah berapa banyak kuman yang nempel di atasnya walaupun mungkin ia tampak bersih secara kasat mata sekalipun,
Bayangkan saat-saat ketika anda masuk ke dalam sebuah wc umum dan menyadari bahwa toilet bowlnya ternyata belum di-flush, dan ada beberapa benda yang mengapung di permukaan airnya (tapi point ini keqnya ga ada hubungan deh)
Apakah anda berani duduk dan menempelkan pantat anda di permukaan toilet bowl umum tersebut tanpa merasa was-was sedikit pun?
Apakah anda orang yang selalu harus repot-repot menaruh beberapa lembar tissue paper di permukaan toilet bowl tersebut sebelum anda melaksanakan tugas suci anda?

Sekarang, setelah anda sudah lulus dan diwisudakan, anda tidak perlu takut dan risih lagi!

Karena salah satu bagian dari toga wisuda anda dapat dimanfaatkan di saat-saat seperti ini! Berbahagialah para pengguna-wc-umum-yang-sudah-diwisudakan-dan-memiliki-tetangga-yang-cakep-walau-sebenarnya-memiliki-tetangga-yang-cakep-tidak-ada-hubungannya-dengan-hal-ini, kini anda telah memiliki sebuah “Alas Toilet Bowl Portable” !

Ini dia produknya

Photobucket

ragu-ragu dengan kebersihan toilet bowl ini?

Photobucket

disaat-saat begini, untung ada “Alas Toilet Portable”

Photobucket

berkat “alas toilet portable” dengan bahannya yang selembut sutra, boker pun jadi aman dan nyaman~

Photobucket

Take a dirty picture for me~ take a dirty picture~

Photobucket

setelah dipakai, anda bisa dengan mudah melipat, memasukkannya kedalam tas anda, untuk dipergunakan di lain waktu, (just make sure there’s not shit stain).

Namun, hati-hati kalau sleber toga anda Made in China, anda tidak akan pernah tahu bahan apa yang dipakai oleh orang orang RRC untuk membuatnya,
lebih baik direct expose pantat anda dengan permukaan toilet bowl yang kotor sekalipun daripada harus memakai barang Made in China. Ini untuk menghindari resiko pantat anda meledak secara tiba-tiba.

Eh, tapi ini sleber ini kan udah dimiliki ama para wisudawan, jadi saya dapat profit dari mana ya?

krik...krik...krik...

Idea #2
"Meja Ossin Portable"

Photobucket

Satu lagi produk eksklusif bagi para wisudawan.

Apalagi yang bisa membuat kedua lelaki ini dengan pede-nya lesehan di lantai sebuah acara wisuda kalau bukan karena ide "Meja Ossin Portable" yang begitu awesome?
Yeah, we're awesome!


Idea #3
Melanjutkan ambisi saya mengenai Pipisquare yang kini telah memiliki 1 user (saya doank!), serta untuk meningkatkan popularitas dari Pipisquare baik bagi yang sudah memakai (saya doank!) ataupun calon pemakai lainnya, maka akan segera dirilis film tentang invention dari Pipisquare ini sendiri…

The Social Urine

Photobucket

Berkisah tentang seorang mahasiswa yang suka pipis sembarangan, perseteruannya dengan salah seorang sahabatnya dalam mendapatkan teritori kencing dibawah tiang listrik, perjuangannya dalam mencari uang receh agar bisa buang air kecil, hingga sampai ia mengalami dehidrasi karena telah kencing terlalu banyak.

Teaser Trailer
(setting: di sebuah wc umum berbayar, tertulis di meja penjaga wc “buang air besar: Rp.2,000, buang air kecil: Rp. 1,000”)
(background music: Mind Heist)
Fed: (keluar dari wc) “tadi saya buang air besar, om, jadi ini uangnya Rp.2.000..”
Penjaga WC: “Mas, kurang mah ini, seharusnya Rp.3.000”
Fed: “Lho? Koq gitu? Saya kan cuman boker?!”
Penjaga WC: “Emangnya mas kalo boker tidak kencing dulu?”
Fed: “Eh…….. Benar juga ya…”
(ini gags zaman smp banget)

Coming soon this summer

Why so many toilet jokes on this post?!

Tuesday, September 14, 2010

1572 Words of A Mindless Mind

The Mechanism
Memang belum semua hal/fenomena yang terjadi di dunia ini dapat dijelaskan secara scientific oleh manusia, namun itu bukan alasan untuk serta merta mengesampingkan logika dan langsung drag-and-drop hal-hal yang belum bisa dijelaskan tersebut ke dalam folder "supranatural/magis", tanpa benar-benar mencari tahu sebelumnya.

Dari sudut pandang tertentu, sebenarnya, setiap hari jutaan manusia melakukan hal-hal yang bersifat “magis”.

Kita bisa travel lebih cepat daripada seekor kuda, kita bisa melakukan percakapan dengan orang lain yang terpisah jauh antar kota/negara/benua. Kita melihat manusia bergerak dalam sebuah kotak persegi beraneka ragam ukuran. Kita menerangi malam tanpa menggunakan api. Kita mengubah suhu udara sebuah ruangan menjadi dingin dalam sekejap.
Mengapa kita tidak menganggap hal-hal tersebut sebagai hal yang “magis” / “mistis” / “mukjijat”?

Karena kita telah mengetahui cara kerja barang-barang ini, kita mengetahui bahwa alat-alat ini adalah hasil dari perkembangan teknologi. Bukan karena yang namanya “divine intervention” atau "supranatural phenomenon".

Ketika kita memiliki konsep mengenai bagaimana mekanisme sebuah hal bisa terjadi, apa yang masih perlu kita mistis-mistis-kan, magis-magis-kan, mukjijat-mukjijat-kan?

Saya berharap suatu saat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan dapat menepis dan menjelaskan semua pemikiran-pemikiran tentang hal-hal yang bersifat "supranatural" tersebut.

***

In The Sun
Sinar Matahari belakangan ini masih mematikan dan tabung gas 3 Kg masih terus meledak (?). Panasnya semakin epic, terakhir kali saya sempat menempelkan sepotong daging sapi di dinding rumah saya yang terexpose langsung dengan sinar, dan 1 menit kemudian, udah jadi well-cooked sirloin steak bbq flavor.
saking mematikannya si matahari ini, saya sampai kehabisan jokes/gags/geng/puns tentang matahari, yang ada malah puisi:
Matahari….
everything we do, we do it for euu,
Dengan kehangatan dan kasih sayang.

Matahari….
always stay beside euu,
Saat-saat indah menjadi kenyataan.

Matahari….
Ermm, wait…. itu kan… nevermind

Berbicara tentang Matahari, eike jadi teringat kisah/legenda/folklore bahwa dulu terdapat 9 buah Matahari, bumi kepanasan, populasi bumi sengsara. Tapi kemudian muncul seorang pemanah yang berhasil menembak 8 Matahari-Matahari lainnya dan menyisakan 1 Matahari, bumi pun tidak kepanasan lagi, dan manusia-manusia kembali hidup dengan tenang. Kemungkinan panahnya sampe ke matahari kita kesampingkan dulu.. Tahukah betapa kacaunya orbit Bumi kalo Tata Surya kita ada 9 matahari?? Tata surya dengan 2 atau 3 matahari aja orbit planet-planetnya udah kacau dan kemungkinan adanya kehidupan sangat tipis jika tidak mungkin, ini ada 9 matahari pulaq?! Mana mungkin ada kehidupan di tata surya seperti itu! #JustSaying #GakPenting

Berbicara tentang orbit Bumi, saya jadi teringat tentang Mbah Galileo. Mbah Galileo adalah pendukung Heliocentric yang dikemukakan Copernicus, sebuah pandangan bahwa matahari adalah pusat dari tata surya, di masa dimana mayoritas masyarakat pada umumnya dan ahli astronomi khususnya saat itu, berpaham Geocentric, menempatkan Bumi sebagai pusat dari Tata Surya, Matahari yang mengitari Bumi.
Copernicus “beruntung”, ia koit beberapa waktu setelah buku berisi pandangan heliocentric-nya dan dia tidak pernah mengemukakan teorinya tersebut kepada masyarakat umum, takut terjadi kontroversi dan mendapat kecaman.
Berbeda dengan Mbah Galileo yang tidak sebegitu hoki, setelah dia melakukan penelitiannya sendiri, proving and convinced, serta mengutarakan dukungan terhadap teori Heliocentric-nya secara gamblang, dia malah di-cap telah melakukan tindakan Heresy, karena pandangan Heliocentric ini bertentangan dengan ajaran Agama, bertentangan dengan intrepretasi mereka terhadap Kitab Suci, oleh *uhuksiapalagiklobukanuhuk* Gereja Katolik.
Ia divonis “Vehemently a suspect of heresy”. Dia dipaksa untuk “bertobat”, “berpikir kembali tentang kesalahan pemikirannya” di rumahnya, seumur hidupnya, mpe dia koit. House arrest for the rest of his life. (Inilah mengapa banyak orang yang mengatakan bahwa Galileo “dibunuh” oleh Gereja..)

Kita, di zaman ini, secara lumrah mengetahui bahwa sebenarnya Mbah Galileo lah yang benar, namun di zamannya itu tidak, hampir semuanya menganggap dia salah, apalagi backingannya Gereja, boq. Yang Backingannya Pak Presiden aja bo lawan deh..
Diasumsikan, jika populasi bumi saat itu adalah x orang, maka di saat itu, yang mempercayai bahwa Bumi adalah pusat tata surya adalah berjumlah x-1 orang. Jika populasi bumi saat itu 1.000.000.000 orang, maka ada 999.999.999 orang yang sebenarnya salah, tapi karena Gereja dan mayoritas berpikir begitu, mereka menjadi pihak yang benar.
(tapi tentu saat itu gak hanya Mbah yang heliocentric, masih ada yang lain, meski tetap dalam jumlah yg microscopic. Ini cuman contoh biar nampak tingkat rationya yang ekstrim gitu..)

Kuantitas “menang” atas kualitas, dunia mengangap Mbah salah, padahal pendapat dialah yang benar, yang berkualitas. (Gereja baru mengakui kesalahan mereka bertahun-tahun kemudian. Too late, pope!)

Ketika kamu adalah satu-satunya yg benar di tengah lingkungan orang-orang yg salah, maka yang akan dianggap salah adalah kamu sendiri.
Ketika kamu adalah satu-satunya yg waras di tengah lingkungan orang-orang yg tidak waras, maka yang akan dianggap gak waras adalah kamu sendiri.

Sampe sekarang pun kuantitas sering “menang” atas kualitas, mirisnya, justru di hal-hal yang sebenarnya tidak valid untuk dikaji menggunakan kuantitas.
Mayoritas populasi sering menjadi tolak ukur yang tidak sepantasnya untuk benar-salah / baik-buruk nya sesuatu. Padahal sebenarnya kata mayoritas juga belum tentu benar.

Mayoritas memakai pakaian bermerek untuk dianggap keren, maka orang-orang yang memakai pakaian murahan dianggap kampungan.
Mayoritas memakai pakaian warna Hitam karena lagi “in”, maka orang-orang yang memakai warna lain diejek ketinggalan zaman.
Mayoritas memakai henpong BlackBerry, maka orang-orang yang tidak menggunakan BlackBerry dibilang tidak gaul, kuper.
Mayoritas bilang rambut lurus lagi trend, maka semuanya pada pergi rebonding, dan orang-orang berambut kriting dibilang jelek.
Mayoritas pada awalnya cinta mati ama F4 Taiwan, semua berbondong-bondong ngefans nonton Meteor Garden. Beberapa lama kemudian mayoritas menganggap mereka norak, maka orang-orang yang menontonnya pun dianggap norak.
Mayoritas berpendapat bahwa lebih cewe cakep tuh yang type langsing. Maka cewe-cewe pun sibuk diet. Yang gemuk diet, yang kurus pun diet. Dan orang-orang berbadan agak gemuk diejek-ejek dalam pergaulan.

Padahal apa salahnya memakai kaos oblong klo lu memang hepi?
Padahal apa salahnya memakai warna yang tidak lagi trend klo lu memang mau?
Padahal apa salahnya memakai mobile device merk lain klo lu memang lebih suka?
Padahal apa salahnya berbulu ketek keriting klo bulu ketekmu lebat? (?)
Padahal orang-orang yang menganggap F4 tuh norak adalah orang-orang yang ngedemenin F4 pada awalnya juga.
Padahal apa salahnya tidak langsing klo lu gak obesitas?

Kita tuh hidup dibawah ekspetasi manusia lain, pengen mendapatkan acceptance/ acknowledgement dari orang lain, pengen berada di dalam lingkaran. The social expectation.
Mengapa kualitas pribadi kita, dengan segala keunikan kita, harus dikikis sedemikian rupa oleh si kuantitas, oleh mayoritas, oleh the general public, hingga manusia pada jadi stereotypical?
Mengapa kita harus jaim klo memang lagi pengen tertawa terbahak-bahak?
Mengapa kita tidak bisa menjadi apa pun kita sebenarnya?
Mengapa harus kuantitas yang menjadi tolak ukur?
Sekarang berapa banyak manusia yang bisa survive dalam sebuah hubungan sosial tanpa harus memakai topeng?
Look what they had done to us; we’re not even who we were used to be anymore. We used too many mask to façade ourselves. Sampai-sampai tidak tahu yang mana muka asli lagi. Who are we? Mengapa kita harus façade, merasa bersalah, merasa tidak confident untuk menunjukkan wajah asli kita?
The nature of this screwed up society is ruining us; the society is ruining the very people inside the society itself.

Walaupun kamu tidak membunuh, tetapi mayoritas/semua orang bersekongkol untuk meng-frame kmu, menjebak kamu, semua alibi dan bukti dibikin sedemikian rupa menuju dirimu. Maka kamu akan divonis pembunuh. Ujungnya, bahkan kmu sendiri pun ragu-ragu sebenarnya kamu telah menbunuh atau tidak.

We are just ruining ourselves, actually.

…jauh sekali topik tentang matahari ini menyimpang =_=

***

A New Location-Based Media
Apakah anda mengenal Foursquare (foursquare.com)? (klo ga kenal, search sendiri lha di web, ckckc) Sebenarnya apa sih manfaat dari penggunaan FourSquare ini?
Untuk ‘melaporkan’ lokasi dimana anda sedang berada?
Tapi siapa sih yang selalu pengen tau kamu sedang berada dimana…. selain Mr.Stalker?
Konsep 4sq.com ini sangat boring sekali, menurut saya.. Apalagi kalau user-nya manusia biasa yang sehari-harinya pergi ke tempat yang “itu-itu” saja. Yang ngeliat account-nya aja bosan, apalagi usernya sendiri yang setiap hari “ngelapor” macam orang mindless. Bahkan Mr. Stalker pun jadi malas nge-stalk.

Oleh karena itu, saya kepikir sebuah ide cemerlang, saya ingin propose sebuah media baru yang berbasis lokasi juga,
Sebuah media yang secara konsep dasar tidak berbeda banyak dengan 4Square, namun memiliki fungsi yang berbeda, yang lebih spesifik, dan memiliki manfaat penggunaan yang lebih jelas, baik untuk kalangan user maupun kalangan stalker.

Perkenalkan, inilah PipisSquare (pi2sq.com) Jreng jreng Jreng

Photobucket


Seperti sugesti dari namanya sendiri, Pi2sq digunakan untuk “melaporkan” di lokasi mana saja anda pipis. Contoh penggunaan:

  • Kencing at wc lt.2 Nagoya Hill (Nagoya, Batam Island) via Pipis Square – http//pi2sq.com/PangJio.
  • Kencing at pohon jambu tetangga sebelah (Villa Rafflesia Blok C2 no.14) via Pipis Square – http//pi2sq.com/SiSuaPang.
  • I just became the pee mayor of ban mobil Corolla tetangga sebelah on @pipissquare! http://pi2sq.com/KaNiNa.

Manfaat Penggunaan:
  1. Bagi user, ia dapat digunakan saat kita lagi kebelet kencing/boker, anda bisa menggunakan PipisSquare untuk mengetahui lokasi toilet terdekat berdasarkan mapping lokasi pipis users lain. Bahkan disaat darurat, anda bisa menumpang WC di rumah user PipisSquare lainnya! Kami percaya para user pi2sq mempunyai solidaritas yang tinggi.
  2. Manfat lainnya bagi user, ia dapat mengetahui statistik berapa kali ia kencing setiap hari, dimana data-data dari sana dapat dijadikan tolak ukur kesehatan ginjal user. Kami juga akan segera menambahkan fitur “PhotoPee” pada versi berikutnya, dimana anda dapat meng-upload foto air seni anda ke dalam server pi2sq, sehingga kami dapat menganalisa mengenai warna kencing anda dan implikasi lebih detail akan keadaan ginjal anda.
  3. Bagi Stalker, anda dapat mempelajari pattern dimana calon korban anda pipis, sehingga anda dapat standby terlebih dahulu di temapt tersebut, menunggu korban dengan camera/handycam anda.

Dengan berbagai fitur menarik yang kami miliki, kami yakin Pipis Square akan booming setelah launching dan akan segera mengungguli FourSquare. Kalo mao beli stock PipiSquare, lebih baik segera beli juga ama saya sebelum harga stock-nya melonjak tinggi nanti. Call me~

I know, I know, saya memang creative, anda tidak perlu memuji diriku. (siapa yang memuji??)

PipisSquare – Peeing has never been so much fun before!

***

Bimbo's Limbo
A bimbo bitching about another bimbo. Ironic. When a bimbo bitched too much about another bimbo tanpa menyadari bahwa dirinya tidak lebih dari apapun yang dia katakan tentang bimbo lain tersebut, she goes to the Limbo.

Photobucket

Wait, not this limbo!!! ini mah Limbo Dance!!!

Monday, August 16, 2010

Intermezzo #4: On Second Thought

Terimakasih kepada pembaca-pembaca setia yang berjumlah tidak seberapa..
Terimakasih kepada mereka yang menginspirasi tulisan-tulisan blog ini..
Terimakasih kepada mereka yang terinspirasi oleh tulisan-tulisan blog ini..
Terimakasih kepada Franda, Ezann Lee, dan Putri Titian..
Terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada mereka yang tidak bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saya mengucapkan terimakasih kepada orang-orang..

Semalam saya membaca ulang blog saya sendiri dari awal, ternyata banyak juga hal ga penting yang udah saya ceritain di sini..
seperti bagaimana saya berjuang untuk menyusup ke dalam rumah tetangga-sebelah-yang-belum-pindah-yang-ahkirnya-pindah-juga-setelah-penantian-lama-tapi-bokapnya-abeng dengan berpura-pura menjadi tukang tinja (kapan?),
Tentang misi penyebaran injil oleh saya dan kedua belas orang murid saya (kapan??),
Pertikaian saya dengan tukang bakso mengenai jumlah bakso yang diberi (kapan???),
Perseteruan tiada akhir dengan Atong hingga mencapai klimaks-nya pada perkelahian 3 hari 3 malam di kantin,
Bagaimana David NTU akhirnya juga bener-bener dilupakan sama sekali, seperti yang dulu ku tulis, bahkan oleh orang-orang yang dulu heboh join grup fb dan forum untuk 'mengungkap kebenaran' akan kematiannya sekalipun (Michael Jackson saja sudah ga ada yang peduli, OMJ),
Perjuangan kuliah saya yang berakhir dengan sidang skripsi amburadoel itu (yg ternyata dapat nilai A, A~A~A~A~ *bangga* jangan tanya kenapa, itu juga masih merupakan sebuah mis.te.ri),
Perubahan gaya tulisan, perubahan konsep pikiran saya dari waktu ke waktu, yang kadang bahkan berkontradiksi dari waktu ke waktu, walau semua itu merupakan perubahan-perubahan kecil, yang terjadi dalam rentang waktu yang jauh, dari segi sudut pandang atau hal-hal insignificant sekalipun..

It has been 2 years 3 months and whatever days since I started this personal blog. Bagi saya sih cukup nostalgic, tapi pasti cukup suxxx ya bagi anda yang menyadari kalau ternyata anda selama ini telah membaca 54 blog posts yang sama sekali ga penting dan nonsensical disini?
Dan kamu masih terus membaca, waha…

Seperti kedatangan cinta yang tiba-tiba (ew, that’s cheesy), kecintamatian eike ama Twitter juga tiba-tiba menurun drastis karena kekurangan Twitter yg baru eike sadari belakangan ini, gak ada archive~
Ketidakberadaannya sistem archive ala blog membuat saya sangat sulit dan repot untuk trackback tulisan-tulisan lawas, sebagai contohnya, saya sendiri punya 3000+ tweets, klo mau trackback tulisan-tulisan awal saya, harus tekan "more" berapa kali coba?
I kinda felt that my words and gags were wasted there, tenggelam, boq. . di blog kan ter-archive dengan rapi, mau cari tulisan kapan pun, tinggal buka-buka tahun dan bulannya.

Walau ga penting, nyeleneh, cacat, tidak indah, full of typos and grammatically wrong sentences, saya masih sangat menyayangi tulisan-tulisan buah pikiranku ini lho.
Ibarat apek-apek berambut rontok ditengah yang menyayangi setiap helai rambutnya yang masih tersisa.
Menggunakan WC secara jangka panjang ternyata lebih nyaman daripada menggunakan diaper, ga menyebabkan infeksi di pantat, dan ee-nya bisa disimpan di satu tempat yang gampang dicari, aromanya juga lebih terpusat (enough of all these closet gags~). Less tweets, more blog posts, I’m Twitter whore no more…

Tapi, karena perubahan afeksi terhadap microblogging ala Twitter ini terjadi dengan spontaneous dan sporadis, jangan kaget kalau ternyata besok saya sudah kembali jadi Twitter whore lagi dan blog kembali terbengkalai selama beberapa bulan kedepan. This very paragraph just ruined the meaning of this whole post. You’re reading craps.

Maju terus belantika musik Indonesia! (?)