Wednesday, June 24, 2009

Crushed Crushed Crushed


It’s 05.44 am, tiba-tiba muncul hasrat untuk menulis..

Semalam untung-untung-sial banget deh, Memang benar kata orang bahwa,
kalo lagi sakit perut, ‘output’ yang keluar suka beruntun (?!),
kalo memang lagi sial, biasanya suka beruntun sialnya

disaat kepala lagi oleng memikirkan jalan hidup karena hidupku yang tidak begitu hidup (tampaknya saya memiliki penyakit depresi-melihat-orang-lain-yang-memiliki-semangat-hidup-yang-tinggi, berada didekat orang-orang seperti ini membuat saya merasa semakin depresi (?)), adaaaa aja yang bakal terjadi~

begini ceritanya,
jadi semalam kan entah kenapa rame pulaq orang lagi SMSin saya, dari saat di kampus mpe pas lagi bawa mobil, well, saya sudah terbiasa juga seh mengendarai mobil sambil chatting, SMS-an, dan bahkan foto-fotoan, sekarang lagi consider untuk mencantumkan keahlian saya ini ke dalam CV saya nanti, haha~
jadi ya seperti biasa, bawa mobil dengan konsentrasi minimal, auto piloting…

Malam itu saya baru tiba ke rumah sehabis nyupir.
Ha yang pertama harus dilakukan ya tentulah markirin mobil. Umumya saya suka markir di jalan tepat di depan rumah agar mobil tidak terkena cahaya matahari pagi harinya karena tertutup oleh bayangan rumah.
Saya mundurin neh mobil ke “that usual spot” sambil sibuk membalas SMS tanpa kepikir sedikitpun untuk melihat kaca spion terlebih dahulu. Pas saya lagi tancap gas mundur sambil mencet-mencet keypad henpon, tiba-tiba, seperti-yang-anda-harapkan-akan-terjadi-detik-berikutnya, terdengar suara

MBEEK~~~ (Lamia?)

BRAKKK~!!!


“Ah si!”, pikir saya dalam hati sambil melihat kaca belakang…

Ternyata d belakang ada Toyota Corolla lagi mangkal di "that usual spot"*DOOOOONG!*
pantat Si Putih nabrak pantat Si Corolla.
dalam sepersekian detik tersebut yang terpikir dalam otak wa adalah,
“wow, this is my first official car accident!”

Lantas saya majuin mobil sedikit ke depan, dan langsung turun ke TKP. Satu pasang Om & Tante yang tidak kukenal pun ikut terpancing oleh suara tersebut dan berjalan menuju lokasi kejadian. Dengan cukup cemas saya menghidupkan lampu LED Sony Ericsson Cybershot C905 Ice Silver (lengkap bener~) untuk menerangi pantat kedua mobil di tengah gelapnya malam. Memang pencahayaan sini agak remang-remang. Bahkan saya ga bisa melihat dengan jelas wajah si om dan si tante tersebut.
Entah kenapa pantat si Corolla aman-aman saja, tidak ada luka sedikitpun.
Yang menderita malah Si Putih yang bumper pantatnya benjol (baca: cat retak) sekian centimeter.

Fed-yang-masih-oleng : “ini mobilnya siapa?”
Tante-yang-mangkal-di-rumah-sebelah : “mobilnya orang yang lagi home cell di sana” *sambil nunjuk rumah sebelahnya rumah sebelah tempat dia mangkal tadi*
“orangnya baru masuk”
Om-berkumis-tebal-yang-juga-mangkal-di-rumah-sebelah: ”gimana mobilnya?” *sambil ikut ngeliatin pantat kedua mobil*
Fed-yang-masih-oleng: ”mobil dia sih aman, ga kena apa-apa, justru mobil saya yang lecet …”
Tante-yang-mangkal-di-rumah-sebelah : “ya udah kalo memang ga ada apa-apa…” *senyum sambil berjalan kembali ke tempat mangkalnya bersama si om-berkumis-tebal-yang-juga-mangkal-di-rumah-sebelah*
Fed-yang-masih-oleng: ”hah?” *senyum pasrah*
Tetangga-sebelah-yang-belum-pindah-karena-rumahnya-belum-kelar-renovasi: ”ya udah, yuk, ke rumah saya aja” (karakter ini ga ada semalam!)


Dan setelah memeriksa secara seksama-tetapi-tidak-begitu-niat keadaan kedua mobil tersebut, saya pun kembali memarkirkan mobil, dan kali ini, melihat spion, dengan seksama!

Saya jadi penasaran, pantat Corolla koq bisa tangguh gitu ya, padahal menurut saya tubrukannya cukup keras. Semoga saja bumper belakangnya tidak tiba-tiba lepas saat dibawa di tengah jalan, wahhahaha~
Tetapi jika anda menganggap bahwa saya telah kapok hari itu, anda salah besar, kira-kira satu jam kemudian saya keluar lagi, bawa mobil sambil SMSan dan Chatting, aimlessly keliling kota beberapa lap.
Perumpamaan orang Tionghua mengatakan,
“Tidak takut dingin sebelum melihat kulkas” (?!)…
Tetapi tetap aja, bad record for me~

Moral of the story :
Jangan HomeCell di sekitar rumah Fed, tar mobilnya bisa crushed crushed crushed

Wednesday, June 17, 2009

Unfold

Baiklah, untuk memenuhi janji saya bahwa wa akan update blog minimal 1 post per bulan (emang pernah janji seperrti itu?!), maka hari ini saya akan nulis sedikit

krik krik krik


Udara belakangan ini benar-benar hot, lebih hot daripada Megan Fox
We had fun, we had joy, we had seasons in the bloody-damn-hot-sun~
Udara begini ngebikin orang ga berniat beraktifitas,
matahari membuat saya tidak produktif (emang pernah produktif gitu?),
membuat hidup saya semakin tidak terasa hidup
dan entah kenapa siklus pagi-malam saya kembali ke jalan yang benar, which is bad, karena otak saya mati suri di pagi hari…
semakin banyak alasan untuk mendukung kemalasanku

Kata orang kemalasan adalah sesuatu yang ga baek, tetapi menurut saya kemalasan ini yang membuat dunia semakin berkembang,
Lihat saja si penemu listrik, Thomas Alva Edison, dia malas hidupin lilin setiap malam, makanya dia menciptakan lampu pijar, coba saat itu dia rajin bakar lilin setiap malam, mungkin sampai sekarang manusia masih hidup dalam kegelapan.
Kendaraan bermotor itu ada karena orang-orang malas berjalan kaki untuk berpindah lokasi, klo pakai sepeda juga makan tenaga, apalagi klo pake kuda kan gak elegan buang hajat kuda sembarangan. Coba klo manusia pada rajin2 gitu, mungkin sekarang orang harus berjalan kaki PP Batam Centre- Tanjung Uncang.
Kenapa ada Air Conditioner? Karena orang-orang malas mengipas kipas pada saat tidur
Kenapa ada perusahaan kontraktor? Itu karena orang-orang malas membangun rumahnya sendiri
Kenapa ada editor tulisan seperti Microsoft Word? Itu karena orang-orang malas membawa dokumen secara fisik
Kenapa ada perkembangbiakan manusia? Itu karena orang-orang malas memakai alat kontrasepsi
Kenapa ada god(s)? Karena orang-orang malas berpikir memakai logika
Kenapa ada email? Itu karena orang-orang malas pergi ke kantor pos
Kenapa ada casino? Itu karena orang-orang malas bekerja untuk mendapatkan uang
Kenapa ada mesin dan robot? Karena orang-orang malas melakukan suatu aktifitas seara manual
Kenapa ada lembaga pencarian istri di Vietnam? Itu karena orang-orang malas mencari istri sendiri
Kenapa ada lembaga penegak hukum? Itu karena orang-orang malas menegakkan hukum sendiri
Kenapa ada acara gosip/infotainment di tivi? Itu karena orang-orang malas mengurus dirinya sendiri tetapi malah suka ngurusin orang lain
Kenapa ada restoran? Itu karena orang-orang malas memasak sendiri
Bayangkan jika manusia pada rajin memasak, mungkin sekarang ga ada tuh yang namanya mie instant ataupun fast food restaurant, lalu saya harus nongkrong dimana, lalu Colonel Sanders mau ngapain sepanjang hidupnya hah?

Kemalasan membuat dunia terus berputar dan berkembang, kemalasan adalah awal dari segalanya, kemalasan adalah Alpha dan Omega, kemalasan adalah yang pertama dan yang terakhir, kemalasan adalah permulaan dan penutupan, kemalasan itu tidak tampak tetapi nyata dan dapat dirasakan, kemalasan tidak menuntut apa-apa atas perkembangan intelijensi manusia, kemalasan adalah dunia (apaan seh?)

Lalu apa yang telah saya hasilkan dari kemalasanku ini?
*coughcoughnothingcoughcough*


Bahkan naskah postingan kali ini pun sudah siap beberapa hari sebelumnya cuman malas perbagus dan ngupload, haha..

Paragraf diatas tentang mas Thomas cuman joke lho, jangan dikutip ke dalam catatan tugas sekolahmu, dulu-dulu juga ada yang sampe nanya, “bener ya kmu ga sering BAB?”, padahal kan itu cuman gag, mungkin lain kali harus kasih tanda disamping untuk memudahkan pembaca membedakan mana yang real, mana yang gags. Tapi saya memang ga sering BAB seh...(wey~)
*Gag= lawakan; geng (in mandarin)

Patronum!!!
(ini adalah sebuah gag (apanya yang lucu?!))

I’m losing faith in humanity (ini bukan gag)


Tadi (bukan kemaren pas nulis naskah postingan ini, tapi ini tadi, barusan saja, real time) (ini bukan gag) setelah pulang ke rumah tengah malam, banyaknya pikiran di otak ini membuat saya tidak ingin masuk ke rumah secepat itu, lalu saya pun duduk di spot favorit saya di halaman rumah saya.

Halaman rumah saya terdiri dari 2 bagian,
bagian parkiran mobil yang tidak pernah terpakai karena bokap dan saya pada terlalu malas buat buka tutup pagar setiap kali mau keluar-masuk rumah makai Si Putih,
dan bagian taman yang menjadi lahan nyokap wa untuk menanam berbagai macam jenis tanaman. Untung saja keseluruhan taman tidak diisi semua dengan tanaman karena terdapat kurang lebih 7 x 7 meter yang beralaskan keramik, memisahkannya dengan lapak tanaman nyokap. Tempat itulah yang menjadi spot favorit saya di rumah selain di loteng. Aku suka duduk di sana, sandaran di salah satu dinding pemagar yang memiliki lubang persegi, dimana lubang tersebut berfungsi sebagai kotak surat. Sebuah kotak surat yang disfungsional karena lubangnya lebih sering digunakan untuk menyimpan dua bilah gunting rumput daripada surat.

Ditengah malam begini, suasana sini lumayan sepi (yang terdengar hanyalah suara jangkrik dan air conditioner rumah yang berdengung bising, beruntung malam ini ga terdengar suara keluarga kero), cahaya lampu rumah saya dan para tetangga yang remang-remang serta udara yang nyaman di kulit membuat saya semakin fall in love with the whole ambience here. Langit malam ini tampak mendung, hanya ada cahaya Si Venus, tanpa adanya penampakan bulan ataupun bintang-bintang lain. Tampak juga Mr./Ms. Cat sedang mencari makanan di tong sampah tetangga dibalik kegelapan malam. Jika mau memikirkan/merenungkan sesuatu, suasana begini memang top markotop banget. Tenang.
my vision that night
gelap euy~ but I like it


Lalu apa yang saya pikirkan? Saya juga ga pasti, not too much to mention, just too complicated to describe..

Ada orang yang melegakan pikirannya dengan berbagi cerita dengan orang lain, ada yang melegakan pikirannya dengan menulis di blog (meski blogger sekarang makin lama makin banyak yang bergerak ke arah blog komersil daripada personal blog kayak saya), ada yang melegakan pikiran dengan mengeksploitasi status Facebook setiap detiknya (whore~), dan ada yang melegakan pikirannya dengan mencari tuhan. Kalo saya seh suka nongkrong di tempat sepi sendiri buat melepaskan simpul-simpul yang ada di dalam pikiran.

Berbagi cerita dengan orang lain ataupun menceritakan sesuatu di blog pada level tertentu merupakan suatu tindakan yang cukup beresiko (dan menggelikan). I mean, yeah, I’m the real me, here, in my blog, but only to a certain extent. At the very least, lebih jauh daripada bertemu langsung dengan saya, saya kan agak-agak emotionless dan hypocrite gitu, wahaha..
Hal-hal yang saya anggap personal umumnya tidak akan pernah saya ceritakan kepada orang lain, saya lebih suka menyimpannya sendiri dan figure it by myself. Itulah kenapa biasanya banyak yang curhat tentang masalah-masalah pribadinya kepada saya (not that I care much~), tetapi saya hampir tidak pernah curhat kepada orang lain.
Kayak yang saya tulis diatas, kepercayaan saya terhadap manusia lain semakin menurun.
Maaf, tetapi melalui semua pengalaman hidup yang ada dan hal-hal yang pernah terjadi, rasanya tidak ada orang lagi yang dapat saya percayai 100% di dunia ini sekarang. Ada yang kepercayaannya lumayan tinggi, tetapi saya tidak jika secara full, no one, not even Washio-senpai (siapa itu?!).
Teorinya, semakin rendah kepercayaan maka semakin rendah pula kekecewaan yang dirasakan bila terjadi sesuatu yang berhubungan dengan atau dipicu oleh orang tersebut.
Saya sebenarnya adalah orang yang mudah kecewa dan cemburu.
Pitiful, but don’t pity me, save them for yourself.

Ketika keramik-keramik di lantai yang semula basah karena hujan menjadi kering dan pikiran menjadi agak lega, saya pun akhirnya masuk ke dalam rumah. Dan saya seharusnya mengerjakan web, bukan blogging, huhu.

Anything, ini adalah pin yang saya dapetin dari Batam Blogger Community, lovin it~
pin batam blogger community

Ini cuplikan acaranya...
kopdar lombablog

Kalo lombablognya seh wa ga harap apa-apa donk, secara hanya ngirim 3 postingan blog kesana, padahal minimal 5 posts, didiskualifikasi deh, ibaratnya belum perang da mati duluan, waha..
Ya apa boleh buat, blog sendiri aja udah berdebu *putar kepala kayak Auntie Lucy*
Kapan bisa dapat polo shirt Batam Blogger Community juga ya, hahah..


(postingan kali ini semuanya gags!)(ini gag koq)

Monday, May 11, 2009

Heart of Plastic

Di awal bulan Mei ini, flu babi dan listrik byar-pett menjadi perbincangan hangat, tapi wa tidak akan membahas kedua hal itu, laalalalalala~

Kemaren-kemaren, ada teman yang bercerita lewat sms, bahwa dia dulunya adalah seseorang yang tidak mempunyai banyak teman dan sering kali merasa kesepian.
seperti angka √3.
Dia tidak suka perasaan kesepian itu, oleh karena itu dia mulai mengubah dirinya.
Hingga pada akhirnya, sekarang, menurut dia, dia memiliki banyak orang teman dan tidak merasakan kesepian lagi.
(to an extend that saya bahkan tidak mengenali dirinya, mentally)

Wa tidak mampu membalas sms-nya..
Tetapi menurut saya, dimana-mana juga kualitas itu jauh lebih penting daripada kuantitas..
Ibarat mass-production products yang made in China, harga murah meriah, tapi kualitas macam kentut (massive but stinks),
apa gunanya punya banyak orang teman instant tetapi mayoritas dari mereka hanya pandai kentut?

Apakah banyak teman = tidak kesepian?
Apakah kesendirian = kesepian?
Kalo di Metodologi Penelitian, judulnya mungkin “Analisa Pengaruh Quantity of Friends terhadap Perceived Loneliness”
agak error setelah ngerjain dokumentasi metpen dan KP yang isinya bacotan, berminggu-minggu non-stop! Laalalalala~*
*tidak termasuk 90% jumlah hari yang dilakukan untuk slacking doing nothing but crapping, haha

Menurut wa, “kesepian” tidak harus disamakan dengan “kesendirian”
“Alone” tidak harus disamakan dengan “Lonely”, apalagi dengan “Abalone”

Saya sering berada di kamar di tengah malam, alone in the dark, memikirkan hal-hal yang tidak penting, disaat itu I’m alone but I’m not feeling lonely at all.
Tetapi kala saya berada di tengah komunitas yang penuh canda tawa, saat itu saya tidak alone, obviously, but somehow and sometimes, I feel lonely.
Saya sangat suka mengambil irisan abalone secara diam-diam saat makan steamboat, dan saya tidak merasa lonely (?)

Hanya dengan menjaring banyak orang teman tidak membuat mu benar-benar terlepas dari perasaan kesepian itu, u pathetic~
Well, saya tidak punya hak untuk bilang kalau mind-set dia tuh benar/salah, dan sedang deteriorating as a person or not,
or anything else…
Walaupun pathetic, yang penting menurut kamu, kamu happy dah,
u happy bastard~

kalau wajah dan body bisa berubah secara instant melalui plastic surgery, hati dan mind-set dapat berubah secara instant tanpa diperlukan operasi plastik sekalipun, luarr biasa, saudara-saudara!!!
..jadi ingat himbauan Jacky Wu untuk tidak meminjamkan uang kepada temanmu untuk melakukan operasi plastik, karena nanti kalo temanmu itu ganti muka, gimana kamu bisa mengenalinya dan nagih hutang?

Selama plastic surgery itu terbukti bisa secara efektif mengurangi 30~60 menit (tergantung skill) waktu kamu berdiri di depan cermin kamarmu setiap hari hanya untuk memperbesar ukuran matamu yang aslinya sipit dan single eyelid menjadi segede buah longan dengan berbagai macam alat make-up sebelum keluar dari rumah dan bertemu manusia lain,
saya rasa plastic surgery itu sangat menguntungkan, dari segi ekonomi.
(????????)

Lalu apa intinya?

TIDAK ADA~~ (Dooooooooong!!!!)


****

√3

I fear that I will always be a lonely number like root three.
A three is all that's good and right,
Why must my three keep out of sight beneath a vicious square root sign,

I wish instead I were a nine
For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic

I know I'll never see the sun, as 1.7321
Such is my reality, a sad irrationality…

When hark!

What is this I see
Another square root of a three has quietly come waltzing by
Together now we multiply
To form a number we prefer,
Rejoicing as an integer
We break free from our mortal bonds
And with a wave of a magic wands
Our square root signs become unglued

And love for me has been renewed

Saturday, May 02, 2009

Traffic In My Head

Belakangan ini sangat sibuk dengan kehidupan saya (yang tidak begitu berarti), Metodologi Penetian (yang membingungkan), Kerja Praktek (yang belum dikerjakan), serta TetanggaSebelahYangBelumPindah (yang belum pindah) sampai kekurangan waktu untuk membuat sebuah postingan blog yang berarti...

Jadi apanya yang sibuk?

Itu dia, saking sibuknya saya tidak ada waktu untuk memikirkan sebenarnya saya lagi sibuk apa, atau apakah saya ini sebenarnya sibuk atau malas, atau sebenarnya Sandra Dewi sudah punya pacar atau belum.

Dan segala sesuatu tentang "Melihat Batam Melalui Blog" sekiranya tidak termasuk tulisan resmi blog ini karena hanya untuk keperluan kompetisi belaka (ibarat anak yang tidak diakui, haha).

Thursday, April 30, 2009

Batam Centre in Sephia

Ketika kita sedang berada di dalam sebuah perubahan yang terjadi secara perlahan namun pasti,
kita tidak akan sadar akan perubahan tersebut.
Tetapi saat kita membandingkan keadaan sekarang dengan dulu,
dan menyadari bahwa there’s something different,
barulah kita tahu bahwa kamu,saya, kita, keadaan, dunia, semuanya sedang berubah,
baik ke arah yang lebih baik maupun buruk.

dari perubahan ini we all gain something and lose something,
Saya mendapatkan sifat skeptis dan kehilangan sifat naïf.
Saya mendapatkan kelicikan dan kehilangan keceriaan.
Saya mendapatkan egoisme dan kehilangan rasa ingin tahu.
Saya mendapatkan apa yang saya mau namun kehilangan sebagian besar emosi.

Semalam, saat melewati sebuah jalan utama di Batam Centre, saat saya melihat gedung Matahari, My Mart dan Barata yang gelap gulita, suddenly all the memories start flowing in, seperti keran air yang diputar sampai maksimal dan tidak bisa dibendung sama sekali, lengkap dengan efek warna sephia…

Batam Centre dulu seingat saya hanyalah sebuah daerah kecil yang kosong melompong, hutan saja isinya, bahkan tempat tinggal saya sekarang (Raflessia) dulunya juga hutan.

Batam secara umum, kala itu sangat jarang akan tempat hang-out (bahkan lokasi BCS sekarang masih belum tertimbun tanah), sampai pada akhirnya dibuka supermarket pertama di kawasan Batam Centre, Matahari Dept. Store.
Saya dan keluarga kebetulan juga pergi saat grand opening, ramai banget, lebih ramai daripada simpatisan partai politik saat berorasi. Dan saya berhasil membeli mainan action figure Kamen Rider lengkap dengan sepeda motornya saat itu, haha(ingatan yang ga penting).

Kesuksesan Matahari kemudian juga dilanjutkan dengan berdirinya My Mart Carnaval Mart dengan lambang wortelnya di seberang jalan gedung Matahari. Disana ada toko buku Karisma, toko buku besar pertama di Batam. Sebagian koleksi buku komik, majalah dan novel berasal dari sana semua, sekarang seh buku-buku tersebut sudah pada bau kecoa, seperti nasib gedung My Mart sekarang yang disfungsional.
Dulu di My Mart juga ada wahana kuda-kudaan, dalam bahasa Inggris istilahnya Merry-Go-Round. Saya tidak tahu mengapa namanya Merry-Go-Round, mungkin si pencipta wahana mempunyai seekor kuda asli yang suka berputar-putar di tempat bernama Merry. Merry-Go-Round My Mart ini memiliki 2 lantai lengkap dengan dekorasi lampu yang menarik, sama sekali tidak bisa disamakan dengan kuda-kudaan abal-abal di game zone sekarang yang makai coin. Bisa dikatakan bahwa ini adalah icon My Mart di era akhir 90-an.

Melengkapi Golden Triangle ini adalah Barata, bila Matahari dan My Mart lebih bersifat menjual apa saja, Barata ini mengkhususkan dirinya sebagai pusat pembelanjaan busana. Hampir keseluruhan gedungnya adalah stand-stand baju aneka merek.

Namun seiring dengan perkembangan kota batam khususnya daerah Nagoya dan sekitarnya, daerah pusat pembelanjaan Batam Centre ini menjadi tertinggalkan dan terbengkalai.

Gedung Matahari sempat beralih fungsi beberapa kali hingga kini berubah menjadi Pusat Pelayanan dan Pengaduan PLN.

Di My Mart, perlahan-lahan satu dua ekor kuda Merry-Go-Round mulai berjatuhan (baca : rusak). Maklum, putar-putar terus setiap malam tanpa henti, pastilah koit. Seiring dengan itu, pengunjung pun semakin berkurang, kuda- kudaan tidak lagi di operasikan, My Mart tidak lagi penuh dengan konsumen, tenant-tenant mulai meninggalkan gedung, hingga sekarang bila orang menyebut kata My Mart, image yang melekat hanyalah tempat penjualan hardware computer second hand.

Begitu juga dengan gedung Barata, berbeda dengan gedung Matahari dan My Mart yang masih berfungsi walaupun tidak sebagai shopping centre lagi, gedung barata mati berfungsi sama sekali.

So this is it,
dari perubahan kota ini we all gain something and lose something,
Batam Centre mendapatkan Ocarina, Pelabuhan Internasional, Megamall namun kehilangan gemerlapan cahaya di Matahari, My Mart, Barata.

Dan itu hanya perubahan secara fisik belaka

seperti bangunan-bangunan disfungsional ini, are you deteriorating too?

Apa yang kamu dapatkan?
Apa yang kamu hilangkan?

Friday, April 17, 2009

Batam Road Trip

Saya mendapat inspirasi untuk membuat postingan ini saat mengendarai Si Putih, dan mencoba untuk mengamati keadaan lalu lintas kota Batam.

Di pagi hari, Lalu lintas Batam penuh suasana hiruk pikuk, wajar saja,
ini adalah waktunya para anak sekolah pergi ke sekolah (beberapa memilih untuk cabut ke warnet),
waktunya tetangga saya membawa jalan-jalan santai kedua ekor Golden Retriever-nya,
waktunya para suami menunggu para istri yang berdandan hanya untuk ke pasar,
waktunya para “She-male” membersihkan semua dandanannya untuk bersiap-siap menjadi kuli bangunan,
dan waktu para karyawan berangkat kerja dengan semangat yang baru,
serta waktunya para penjual koran mengitari antrian kendaraan di simpang-simpang untuk menawarkan berita terkini.
Karena rumah saya berada di dekat persimpangan lalu lintas batam centre, biasa jam segini ketika keluar menjuj jalan raya, tiga baris antrian panjang kendaraan, itulah yang akan saya lihat..
Apalagi bila pak polisi turun tangan untuk mengatur secara manual, entah kenapa antrian menjadi lebih lama dan lebih panjang.
Sisi Batam sebagai vibrant city bisa dilihat di jam-jam segini. Kalau saya seh sama sekali ga vibrant, dengan mata yang masih belum terbuka total, berharap perjalanan ke kantor agak lambat dan jauh walaupun tempat kerja dekat banget dengan rumah, haha.

Lalu lintas Batam di sore hari, adalah waktunya kemacetan, bagi para karyawan inilah saatnya untuk melepaskan kelelahan setelah seharian bekerja,
bagi para sinetron lovers ini adalah saatnya untuk duduk rapi di depan televisi,
bagi saya adalah saat berangkat ke kampus dengan niat secuil dan mata ngantuk,
dan bagi para sopir metro trans dan taxi ini adalah saatnya menambah omzet pendapatan.
Metro Trans dan Taxi di Batam sangat “canggih” seperti Bajaj di Jakarta, ada istilah orang Jakarta yang saya edit menjadi “hanya Tuhan dan Supir yang tahu kapan Bajaj/Metro Trans/Taxi akan berbelok”. Karena persaingan yang ketat, pak supir trans/taxi mampu melakukan maneuver-maneuver yang tidak manusiawi.
Mereka bisa berhenti ataupun menepi ke jalan begitu saja secara tiba-tiba, tanpa memperdulikan dimana mereka sedang berada, tanpa memperdulikan kecepatan kendaraan di belakang mereka dan supirnya yang jantungan, bahkan kadang tanpa memperdulikan lampu sen yang tidak dinyalakan, hanya untuk menarik penumpang baru.
Demi menarik satu ataupun dua orang calon penumpang, mereka mampu mempertaruhkan nyawa seluruh penumpang kendaraan umumnya dan seluruh penumpang kendaraan yang berada di belakangnya. Ironis, bombastis, dan hepatitis (?).
Disini saya tidak bisa menyalahkan hanya kepada para supir kendaraan umum, para penumpang yang suka menunggu di tempat yang terlalu berbahaya bagi sebuah kendaraan untuk menepi juga patut disalahkan.
“Tidak akan ada penawaran tanpa adanya permintaan”, begitu kata guru ekonomi saya dulu.
Seriously, berdirilah di tempat yang lebih aman, jangan karena malas mengambil selangkah dua langkah menghilangkan kemampuan berpuluh orang lain untuk mengambil langkah dengan kakinya selamanya.

Lalu lintas Batam di malam hari berisi pemandangan yang indah, karena kita bisa melihat aneka jenis penerangan kota, coba ke Bukit Senyum ataupun Vista.
Mulai dari lampu-lampu kendaraan dengan intensitas cahaya yang bervariasi, yang lumayan redup sampai yang terang benderang menusuk mata. Khusus kasus pengguna lampu crystal ini, mungkin si pemilik kendaraan salah memasang lampu ruang tamunya ke lampu mobilnya, annoying sekali dan bagi saya, sangat tidak beretika sebagai pengguna jalan raya.
Ada juga penerangan warna-warni dan kedap-kedip yang disuguhkan oleh perumahan-perumahan, mall-mall besar icon Batam, pujasera serta tempat hiburan lain untuk menarik orang-orang untuk berkunjung.
Tidak lupa juga, lampu-lampu jalan di sisi kota yang menyinari jalan raya dengan warna jingga menggoda yang tampak lumayan “hangat” di mata. Sayang, ada beberapa jalan yang tidak mendapatkan penerangan yang cukup, bahkan tidak sama sekali, padahal lampu jalannya sudah terpasang, hanya saja entah kenapa tidak dinyalakan. Global warming, maybe?
Hal lain yang “indah” yaitu lubang-lubang di jalan raya kota wisata murah meriah ini, tidak peduli jalan kecil, jalan perumahan, jalan depan suatu tempat wisata seperti jalan raya depan vihara Matreya Batam Centre (hey, nobody write about this place yet in this competition, rite? why don’t you make one?), atau bahkan jalan utama sekalipun, pasti bisa ditemukan lubang-lubang dengan diameter dan kedalaman yang bervariasi.
Pernah saya memikirkan sebuah peluang bisnis baru sebagai tukang tambal ban yang bisa didirikan tepat beberapa ratus meter di depan lubang-lubang ini, mingkin akan cukup laku, apalagi bila di lubang-ubang tersebut dibubuhi paku kayu dan pecahan kaca dalam jumlah banyak, haha.
Well, tidak peduli di jam apapun, berhati-hatilah dalam menghadapi lubang-lubang ini, jangan malah menabrak kendaraan sebelah hanya demi menghindari sebuah lubang di jalan.
Konon katanya terjadinya fenomena lubang-lubang di jalan ini adalah karena kondisi tanah di kota Batam yang kurang bagus serta cuaca yang suka berganti secara cepat.
in the middle of the night

Lalu lintas Batam di tengah malam menuju subuh berisi suasana jalanan yang kontras dengan suasana waktu lainnya. Penuh ketenangan, tanpa kendaraan, dan jarang kehidupan, kadang-kadang ada seh seekor dua ekor tikus menyeberangi jalan (lain kali lewat zebra cross donk, coy, hampir ketabrak seekor kemarin).
Dari setiap sisi jalan, hanya ada lampu jalan yang menemani, tetapi seperti yang sudah kusebut tadi, ada beberapa daerah yang gelap tanpa disinari lampu jalan, yang apabila di jam-jam segini neh, jadi makin gelap gulita karena tanpa adanya penerangan dari kendaraan lain yang lewat.
Walaupun ada yang bilang mengerikan dan berbahaya, tapi bagi saya lumayan menenangkan hati..

Believe me, berada di kendaraan yang sama di malam yang penuh hujan petir dengan salah seorang temanmu di mobil yang masih asyik menelpon pacarnya tanpa cemas akan petir yang berkemungkinan menyambar ke arah gelombang teleponnya, itu baru mengerikan dan berbahaya, untung saya masih hidup..

Mengapa menenangkan hati?
Coba rasakan sendiri, disepanjang jalan yang hitam pekat tersebut, hanya lampu jalan kendaraanmu yang menerangi sampai jarak tertentu,
Melihat ke belakang, jika tidak teliti, kita tidak tau apa yang sudah kita lewati,
Melihat ke depan, dengan mata manusia yang terbatas, kita tidak tau ujung jalan ini ada apa yang menanti,
Kadang, kita juga bisa masuk ke jebakan/rintangan berupa lubang di jalan tanpa sengaja bila tidak berhati-hati..

I mean, wow, that’s kinda describe what is “Life”
Asyik berfilosofi di jalanan gelap seperti itu, apalagi sambil mendengarkan lagu di radio, maknyus dah…

gimana? kadang jalan raya pun bisa menjadi sebuah tempat yang menarik, kan?

Saya bukan polisi lalu lintas lho

Monday, April 13, 2009

A Smile Knows What No Words Can Know

Selalu ada 2 sisi pada sebilah pedang, selalu ada 2 sisi pada pada kehidupan
Ada senang ada tentu ada sedih, ada rajin ada tentu ada malas, ada tinggi juga ada pendek, ada gemuk ada kurus, ada baik juga ada jahat, ada Tom Cruise ada saya (wey~)

Bagaimana bisa mengapresiasi sesuatu yang indah bila tidak ada sesuatu yang buruk?
Bagaimana bisa menghargai kebaikan seseorang apabila tidak ada kejahatan?
Bagaimana bisa menjadi kaya jika belum pernah kere sebelumnya?
Bagaimana bisa ada Pro jika tida ada Kontra?
Bagaimana bisa melihat “Terang” tanpa adanya “Gelap”?
Bagaimana bisa mengatakan wangi tertentu itu harum jika tidak ada bau kentut?
Bagaimana bisa mendefinisikan apa itu “Ada” jika tidak ada “Ketiadaan” ?

Bagaimana bisa merasakan apa itu kesenangan apabila tidak pernah merasakan kesedihan sebelumnya?

Karena itulah saya nyegir selebar-lebarnya saat ada yang mengatakan bahwa mereka bisa menawarkan saya jalan menuju sebuah tempat, “a promised land” yang berisi “murni kebahagiaan abadi”…

Apa artinya kebahagiaan bila tidak ada penderitaan?